Bandung, 24 Mei 2025 – Universitas Widyatama melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Timnas Akuntansi Program Studi Akuntansi (S1 dan D3) sukses menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dan internasional bertajuk “Accounting Revolution 2025”. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjawab tantangan profesi akuntansi di era transformasi digital, khususnya dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Mengusung tema “Integrating Accounting and Artificial Intelligence: Navigating the Crossroads Toward a Sustainable Future”, kegiatan ini menghadirkan seminar internasional yang diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari berbagai institusi pendidikan dan sektor industri. Seminar ini membahas isu-isu strategis mulai dari integrasi AI dalam praktik akuntansi, peningkatan efisiensi sistem pelaporan keuangan berbasis teknologi, hingga persoalan etika yang muncul dalam proses digitalisasi.

Keynote Speaker dalam acara ini disampaikan oleh Dr Syafrizal Ikram., SE.,M.Si.,Ak,CA.,CACP Ketua Program Studi Akuntansi S1 Universitas Widyatama, dan menariknya menghadirkan narasumber berkaliber internasional, baik dari kalangan praktisi maupun akademisi. Dari sisi praktisi, hadir Budi Santoso, S.E., Ak., MForAccy, profesional dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four PwC Indonesia, yang membagikan perspektif dan pengalaman lapangan terkait penerapan AI dalam audit dan jasa profesional. Sementara dari ranah akademik, seminar ini turut menghadirkan Prof. Dr. Rozainun Haji Abdul Aziz, P.M.K., CA(M) dari Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, yang memberikan paparan mendalam mengenai kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam mencetak akuntan masa depan berbasis teknologi.
Kegiatan ini diikuti peserta dari beberapa perguruan tinggi luar negeri yang berasal dari berbagai negara, seperti Ritsumeikan Asia Pacific University dari Jepang, Rijksuniversiteit Groningen dari Belanda, Universiti Kuala Lumpur Business School dan Universiti Sains Malaysia dari Malaysia, serta Al-Azhar University dari Mesir. Kehadiran mereka menambah warna internasional dan memperkuat kerjasama lintas negara dalam mengembangkan pendidikan akuntansi berbasis teknologi. Selain itu, tercatat keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta dari 15 provinsi di Indonesia, menunjukkan jangkauan nasional kegiatan ini yang luas dan representatif.
Rangkaian acara juga mencakup kompetisi MYOB nasional yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari lima provinsi. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengelola data akuntansi menggunakan perangkat lunak MYOB secara tepat dan efisien. Dengan studi kasus yang realistis, peserta diuji dalam keterampilan teknis, ketelitian, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Sebagai puncak dari kompetisi MYOB nasional, diumumkan para pemenang yang berhasil menunjukkan kompetensi terbaiknya. Juara 1 diraih oleh Tri Ayu Ambarawati dari SMK Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis yang membawa pulang hadiah sebesar Rp 2.000.000. Juara 2 diraih oleh Keni dari SMKN 3 Bandung dengan hadiah Rp 1.500.000, disusul oleh Nabila Aulia Hadi dari SMKN 1 Bojonggede sebagai Juara 3 dengan hadiah Rp 1.000.000. Untuk kategori Juara Harapan, Azahra Putri (SMKN 3 Bandung) meraih Harapan 1 (Rp 750.000), Dhiya Rahma Aulia (SMK Al-Irsyad Al-Islamiyyah Haurgeulis) sebagai Harapan 2 (Rp 500.000). Total hadiah yang diberikan dalam kompetisi ini mencapai lebih dari Rp 5.750.000, yang menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para peserta dalam bidang akuntansi digital.
Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Widyatama semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Perguruan tinggi ini terus berkontribusi aktif dalam membentuk generasi akuntan yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di era industri berbasis kecerdasan buatan.


